"Saya sudah bicara dengan para ahli di BPPT. Kayaknya kalau sistem pemungutan suara besok diubah dengan sistem elektronik (electronic voting), lebih efektif dan efisien. Ini baru usulan dan wacana," kata ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam acara Editors Forum di Hotel Gran Melia Jakarta, Jumat (14/8/2009).
Menurut Hafiz, dengan sistem elektronik, hasil pemilu juga akan bisa langsung diketahui setelah pemungutan suara selesai. Hal ini akan menjadikan proses kerja pemilu semakin singkat dan efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, lanjut dia, seluruh perangkat teknis dan pengamanannya harus benar-benar dipersiapakan dengan baik. Hal ini untuk menghindari agar pemilu dengan sistem elektronik yang diwacanakan itu benar-benar berjalan jurdil tanpa kecurangan.
"Memang, kendalanya di teknis dan pengamanan. Tapi itu urusan ahli IT nanti kalau wacana ini diterapkan," paparnya.
Saat ditanya biaya yang bisa dihemat dari sistem elektronik ini, Hafiz menyatakan besar sekali. Karena biaya pencetakan kertas suara dan distribusinya menjadi terpangkas.
"Setelah saya berbicara dengan BPPT, alatnya tidak terlalu mahal. Cukup nanti menggunakan sidik jari. Dengan sidik jari ini tidak mungkin dobel nanti kan. Sistem ini juga menghemat dana besar dari kertas suara dan distribusi yang nggak perlu lagi kalau pakai electronic voting itu," pungkasnya.
(yid/asy)










































