Kritikan Warga Soal 'Indonesia Raya' Yang Kelupaan

Kritikan Warga Soal 'Indonesia Raya' Yang Kelupaan

- detikNews
Jumat, 14 Agu 2009 18:10 WIB
Kritikan Warga Soal Indonesia Raya Yang Kelupaan
Jakarta - Tidak dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya saat pembukaan pidato
kenegaraan Presiden RI menyambut HUT Kemerdekaan ke-64 mendapat kritikan dari sebagian masyarakat.

Dari bincang-bincang yang dilakukan detikcom dengan beberapa warga di sekitar Jl Mahakam, Jaksel, Jumat (14/8/2009), rata-rata mereka menilai kelupaan para pemimpin bangsa untuk menyanyikan lagu Indonesia raya adalah hal yang keterlaluan.

"Bagaimana pun juga kita harus bangga dengan Indonesia meski keadaan carut marut seperti di bidang ekonomi. Tapi kalau sampe nggak dinyayiin gue kecewa. Parah!" kata Hendriko (17), siswa SMAN 70 dengan nada berapi-api.

Sementara itu Takron (47), supir bajai, menilai kelupaan tersebut merupakan hal yang sangat keterlaluan. Apalagi, hal itu sebenarnya sudah dicantumkan dalam susunan acara.

"Keterlaluan. Sebenernya kan sudah direncanakan dulu," kata Takron yang saat ditemui detikcom sedang santai dengan kaki terangkat di kemudi bajainya.

Gustin (18), mahasiswa Uhamka, juga berpendapat sama. "Kalau acara kecil-kecilan sih nggak apa-apa, ini acara gede. Menyambut hari kemerdekaan pula," kritik wanita berjilbab ini.

Kritikan yang disampaikan Gustin bukan tidak berdasar. Saat detikcom menantangnya untuk menyayikan Indonesia Raya di tengah keramaian kawasan Blok M Plaza, Gustin bersama 3 temannya pun meladeni. Alhasil, mereka menyanyikannya dengan benar.

Beda dengan yang lain, Samsul (25), karyawan sebuah restoran di Blok M Plaza, bersuara lebih keras. Menurutnya, yang tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak pantas menjadi warga negara Indonesia.

"Kalau nggak menyanyikan, nggak pantes jadi orang Indonesia. Apalagi menjelang hari peringatan kemerdekaan," ujarnya usai menyantap makan siang.

Paling keras datang dari Rere (17), siswa SMAN 70 Jakarta. Kalimatnya pendek, tapi cukup menampar.

"Kita memang sengaja dihilangkan jatidirinya," cetus Rere sambil mengkritik kepemimpinan Presiden SBY. (lrn/anw)


Berita Terkait