Ba'asyir: Hadapi Lawan Cukup dengan Dakwah, Bukan Bom

Ba'asyir: Hadapi Lawan Cukup dengan Dakwah, Bukan Bom

- detikNews
Jumat, 14 Agu 2009 15:11 WIB
Jakarta - Abu Bakar Ba'asyir menyatakan, jihad yang cocok diterapkan di Indonesia adalah dengan berdakwah, bukan pengeboman.

Hal ini dikatakan Ba'asyir seusai acara tablig akbar Muslim Fair di Gedung Mandala Bakti Wanitatama di Jl Laksda Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (14/8/2009).

Menurutnya, kalau umat Islam diserang dengan argumen maka harus dijawab dengan argumen pula. Namun kalau diserang dengan senjata harus diserang dengan senjata, kalau ada kemampuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konteks Indonesia, kata dia, untuk menghadapi lawan-lawan cukup dengan dakwah. Dia tak sependapat jihad dengan bom, namun dia juga tak bisa menyalahkan pelaku jihad dengan bom secara mutlak.

"Nanti Allah saja yang menilai, ijtihad saya atau dia yang benar. Tapi tetap tujuan mereka benar untuk membela Islam dan kaum muslimin, hanya saja caranya yang kurang tepat dengan ngebom-ngebom itu," kata pemimpin Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Solo, ini.

Dia menegaskan sebagai seorang mubaligh dirinya wajib mengajarkan jihad yang benar, bukan jihad berdasar emosi. Menurut aturan itu wajib hukumnya, karena jihat sekarang ini sedang diobok-obok dan dibelak-belokkan maknanya. Padahal jihad itu amalan yang tinggi dalam Islam dan tidak ada amalan yang tinggi selain jihad, mengutip Rasulullah.

"Alhamdulillah karena saya memang mengajarkan jihad. Sebagai seorang mubaligh itu wajib mengajarkan jihad tapi jihad yang benar. Bukan jihad emosi. Jadi wajib hukumnya, tapi jihad menurut ilmu yang sebenarnya bukan jihad yang ngawur," katanya.

(bgs/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads