"Noordin ingin cepat, maka ia mencari yang sudah setengah jadi," kata psikolog hipnoterapis Mardigu WP dalam talk show bersama Wimar Witoelar di Yayasan Perspektif Baru, Jl Fatmawati, Jaksel, Jumat (14/8/2009).
Mardigu mencontohkan, Dani, pelaku bom JW Marriott, direkrut karena sudah tertanam bibit tekad untuk mati syahid sejak kecil. Hal ini pun akhirnya terungkap dari teman-teman sekolah Dani di SMA Yadika Bogor. Kepolisian mengatakan, Dani direkrut oleh Saifuddin Jaelani (SJ) yang termasuk jaringan Noordin.
"Kalau sudah ketemu orang seperti itu, penanaman ideologi akan mudah dan cepat," ujar Mardigu yang kerap membantu kepolisian untuk menguak informasi dari para terpidana teroris ini.
Menurutnya, perekrutan dilakukan terhadap orang-orang yang mempunyai masalah berat dalam hidup, seperti ekonomi dan sosial.
Untuk itu, kata dia, pada permulaan aksinyaย perekrut menggunakan metode asosiasi, yakni menyatakan bahwa perekrut juga pernah mengalami masalah berat serupa dengan yang dihadapi 'calon pengantin.'
"Setelah asosiasi itu, barulah celah terbuka untuk memasukkan ideologi," katanya.
Ia menambahkan, orang yang mananamkam ideologi adalah orang yang sangat memukau calon pengantin dengan segala pembawaannya. "Ia akan merasakan seperti orang jatuh cinta," kata Mardigu.
(lrn/aan)











































