"Itu sangat disayangkan. Saya sudah cek di protokol dan bagian kesekjenan. Sebenarnya, ada di pembukaan. Kekeliruan ini memang fatal," kata Syarif.
Hal ini disampaikan dia usai menghadiri pidato Presiden SBY menyambut kemerdekaan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).
Namun, kata dia, kesalahan itu patut dipahami karena sangat manusiawi. "Itu adalah tanggung jawab pengelolaan kesekjenan, MC, dan pimpinan sidang," ujarnya.
Sebenarnya, menurut dia, mekanisme dan jadwalnya sudah baku dan tidak mungkin diubah. "Tetapi, tadi kan (Agung Laksono) sudah minta maaf secara terbuka, semoga bisa dimengerti asal jangan terulang lagi," kata suami artis Inggrid Kansil ini.
(aan/nrl)











































