"Ini memang sesuatu yang memprihatinkan, lebih dari memalukan. Ini kan menyambut peringatan 17 Agustus-an," ujar anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN ini usai pidato kenegaraan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).
Patrialis mengatakan dirinya dan anggota Dewan lain menunggu saat-saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Tapi ternyata acara langsung dilanjutkan mengheningkan cipta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, anggota Dewan kaget karena lagu Indonesia Raya tidak dinyanyikan. Tapi, lanjut dia, dirinya tidak bisa apa-apa karena dalam rapat paripurna resmi tidak bisa interupsi.
"Kita tadi mau nekat interupsi, sudah kebelet, tapi karena ada orang tua yang lebih cepat yaitu AM Fatwa Wakil Ketua MPR," tuturnya.
(nvc/nrl)











































