"Yang hebat itu pelaksana (pelaku bom bunuh diri). Ya Noordin juga hebat. Tapi Noordin takkan hebat kalau nggak ada pengikutnya," kata mantan Ketua Mantiki III Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas, kepada detikcom, Jumat (14/8/2009).
Nasir mengatakan, yang merekrut pelaku bom bunuh diri bukanlah Noordin. Pengikut Noordinlah yang merekrut "calon pengantin". Pengikutnya akan memberikan rekomendasi kepada Noordin siapa yang akan menjadi "calon pengantin".
Dalam bom 17 Juli misalnya, pengikut yang paling dominan adalah Ibrohim. Pria 37 tahun ini merencanakan, mengatur dan mengontrol aksi terorisme itu. Noordin hanya diketahui ikut beberapa kali rapat di 'safe house' di Kuningan (Jabar), Mampang (Jaksel) dan Jatiasih (Bekasi). Sedang pengikut yang menyediakan 'pengantin' adalah Saifuddin Jaelani, ustad di kawasan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor.
(gus/nrl)










































