"Seperti yang dirilis Kadiv Humas Mabes Polri, kami melakukan kerjasama dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8/2009).
Sulistyo mengaku pihaknya mencoba akan mengungkap sumber dana dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"Tentunya kita tidak hanya mengungkap satu sisi tapi juga mengetahui sejauh mana sumber dana itu (berasal)," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, ada dugaan jaringan teroris internasional maupun pengikut setia Noordin di Malaysia masih menyuplai dana hingga saat ini.
Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 68 transaksi mencurigakan yang diduga terkait aksi terorisme di Indonesia. Dana yang mengalir berasal dari dalam dan luar negeri.
(amd/mad)










































