"Merampok orang yang dianggap kafir itu biasa dilakukan," kata pengamat intelijen Dynno Chressbon saat berbincang lewat telepon, Kamis (13/8/2009).
Aksi perampokan ini disebut Fa'i. Dynno mencontohkan, aksi perampokan outlet Ponsel Brothers Seluler di Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu. Aksi ini jelas-jelas dilakukan untuk membantu Noordin memperoleh dana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu saja keterangan resmi dari kepolisian, karena itu informasi yang sudah dispesifikasikan," jelasnya.
Pengamat terorisme Wawan Purwanto juga menyebutkan beberapa cara lain yang digunakan untuk mengumpulkan dana. Di antaranya adalah lewat penjualan kupon, donatur, dan permintaan sumbangan. Teknik pengiriman uang pun dilakukan dengan sangat hati-hati.
"Mereka mengirim uang dengan cara mengambil sedikit demi sedikit dalam waktu yang berdekatan," ungkapnya.
Selain itu, modus peminjaman rekening orang lain juga masih marak digunakan. Hal inilah yang dilakukan oleh Saifudin Jaelani, perekrut bomber di JW Marriott (Dani Dwi Permana), yang meminjam rekening tetangga untuk penerimaan uang hingga Rp 1 miliar.
"Tidak mudah meneliti pergerakan uang ini karena mereka sering menggunakan rekening atau identitas palsu," tegasnya.
(mad/nrl)










































