Dugaan sementara, dana asing dari jaringan teroris internasional terus mengalir sehingga Noordin terus bertahan.
"Ya, selalu ada yang menyuplai," kata Kepala Desk Antiteror Polhukam, Ansyaad Mbai saat dihubungi, Kamis (13/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gun Gun juga terbukti telah memberi dan mengumpulkan dana puluhan ribu dolar AS bagi peledakan bom Hotel JW Marriott, September 2003. Uang itu dikirimkan atas perintah Hambali, yang kini ditahan di Guantanamo.
Terkait aliran dana ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah menciumnya. Sejak tahun 2004, sedikitnya ada 68 transaksi mencurigakan yang diduga terkait aksi terorisme di Indonesia.
Dari data tersebut, ada sejumlah dana yang mengalir dari luar negeri. Namun ketua PPATK Yunus Husein menegaskan, jumlahnya hanya sedikit. Rekening yang ditelusuri lebih banyak dari dalam negeri dan nominalnya pun tidak banyak.
"Rata-rata di bawah Rp 5 juta dan kebanyakan uang dikirim lewat ATM dari bank dalam negeri," kata Yunus.
Hasil analisis juga tidak pernah menemukan rekening atas nama Noordin. Ia menduga, perubahan identitas atau modus meminjam rekening orang lain bisa digunakan oleh Noordin.
Hal ini dilakukan oleh Saifuddin Jaelani (SJ). Perekrut dua orang bomber di JW Marriott dan Ritz Carlton ini disebut-sebut pernah dikirimi uang sebesar Rp 1 miliar. Berdasarkan pengakuan warga di Perumahan Telaga Kahuripan, SJ meminjam rekening tetangganya untuk menerima uang tersebut.
Polisi mengaku terus menelusuri aliran rekening dana yang ditujukan bagi kelompok Noordin. Jika pasokan duit ini berhasil distop, banyak pihak menilai aksi Noordin bisa dihentikan. Mampukah?
(mad/amd)











































