Antisipasi El Nino, Masyarakat Diimbau Hemat Air

Antisipasi El Nino, Masyarakat Diimbau Hemat Air

- detikNews
Kamis, 13 Agu 2009 16:46 WIB
Antisipasi El Nino, Masyarakat Diimbau Hemat Air
Yogyakarta - Ancaman El Nino harus diwaspadai karena bisa mengakibatkan masa kemarau yang panjang. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan budaya hemat air.

"El Nino menyebabkan kekeringan dalam jangka waktu panjang, air tanah semakin berkurang karena tidak ada suplai air hujan," kata Kepala Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sunarto seusai acara pelatihan tenaga pendampingan masyarakat untuk kegiatan pengurangan risiko bencanaย  di Hotel Brongto, Jl Suryodiningratan, Yogyakarta, Kamis (13/8/2009).

Kemarau panjang akan menyebabkan air-air sumur menyusut tajam dan kering. Akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan suplai air bersih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu mulai saat ini perlu dilakukan budaya hemat dalam menggunakan air. Jangan sampai buang-buang air," katanya.

Kondisi ini berpotensi terjadi di Pulau Jawa dan sekitarnya. Namun demikian, Sunarto belum bisa memprediksi berapa lama ancaman kekeringan itu akan melanda Indonesia.

"Kita berharap semua pihak terutama pemerintah siap mengantisipasinya sehingga tidak menimbulkan berbagai gangguan," katanya.

Saat disinggung munculnya beberapa gunung berapi di beberapa wilayah yang mulai aktif kembali, Sunarto mengatakan, kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Justru gunung berapi yang sedang tidak aktif yang perlu diwaspadai.

"Gunung berapi yang tidak aktif menunjukkan adanya energi yang tersimpan di dalamnya akan memiliki risiko menimbulkan letusan besar dan terjadinya gempa bumi," katanya.

Menurut dia di Indonesia terdapat 129 Gunung aktif. Sebagian besar tidak semuanya aktif, ada yang mati, tidur dan istirahat. Untuk sementara ini tiga gunung apai yang sedang normal aktif diantaranya Gunung Slamet, Semeru, dan Krakatau.

"Ketiga gunung ini aktif normal dan sudah memasuki tahap penurunan aktivitas," pungkas staf pengajar Fakultas Geografi itu.

(bgs/djo)


Berita Terkait