"Jika orang itu menggatakan 'tapi' atau mengajukan syarat akan diskualifikasi," ujar mantan Ketua Mantiki III Jamaah Islamiyah (JI) dan bekas guru Noordin M Top, Nasir Abas.
Hal itu dikatakan Nasir Abas dalam peluncuran buku 'Memberantas Terorisme Memburu Noordin M Top' di Rawamangun Square, Jakarta Timur, Rabu (13/8/2009).
Dalam perekrutan, Noordin juga tidak peduli dengan pendidikan atau pun asal calon anggotanya. Yang penting bagi Noordin adalah orang ini siap berkorban.
"Nah ketika orang dipilih oleh pengikut Noordin dan ditanya apakah orang ini siap, dia jawab siap maka langsung disiapkan. Dan itu bisa terjadi dalam waktu singkat," jelas pria berkumis ini.
Namun Nasir mengaku tidak mengenal Saifuddin Jaelani (SJ) yang dikabarkan merekrut calon-calon bomber bunuh diri. Nasir juga tidak mengetahui dari mana Noordin mendapatkan dana untuk melakukan pemboman di Ritz-Carlton dan JW Marriott.
"Tidak tahu, tapi kalau pemboman Bali I itu dari Osama Bin Laden dikasih tangan (langsung) bukan ditransfer," pungkasnya.
(rdf/nrl)










































