Musyawarah Nasional (Munas) pada akhir September 2009. Tempat penyelenggaraan di Riau.
"Mayoritas menyebutkan waktunya akhir September menyelenggarakan Munas," kata Agung di sela-sela Rapimnas V Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelimurni, Jakarta Barat, Kamis (13/8/2009).
Menurut Agung, Rapimnas kali ini memutuskan mekanisme top down dalam penyelenggaraan Munas, maka hal itu amanat partai dan akan dihormati dan dijalani.
"Jadi (Munas) bukan dipercepat, tetapi karena mekanismenya jadi top down ," jelas Agung.
Agung juga mendukung empat penyelenggaraan Munas di Riau. "Yang favorit Riau, tapi nanti akan dibahas lebih jauh di komisi dan akan diputuskan di paripurna," kata Agung.
Pria yang menjabat Ketua DPR ini menambahkan jika keputusan dan sikap partai untuk 5 tahun ke depan sebaiknya ditentukan oleh pengurus baru, bukan pengurus lama. Sebab pengurus barulah yang akan menjalani partai berikutnya.
"Bagaimana arah politik ke depan, apakah sebagai pendukung pemerintah atau tidak selama 5 tahun ke depanย sebaiknya ditentukan oleh pengurus DPP yang baru," tandas Agung.
Di arena Rapimnas Golkar terjadi adu kuat antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Surya Paloh. Kubu Ical menghendaki Munas dipercepat sebelum pelantikan Presiden pada 20 Oktober, yakni pada akhir September. Sementara kubu Paloh menginginkan tetap bulan Oktober.
(Rez/aan)











































