Saifuddin Sering Berjubah, Kadang Bersorban, Kadang Berpeci

Bom Marriott dan Ritz-Carlton

Saifuddin Sering Berjubah, Kadang Bersorban, Kadang Berpeci

- detikNews
Kamis, 13 Agu 2009 10:51 WIB
Saifuddin Sering Berjubah, Kadang Bersorban, Kadang Berpeci
Bogor - Dia selalu berpenampilan rapi. Dia biasa mengenakan jubah warna putih. Kadang dia bersorban, kadang pula berpeci warna putih.

Dia bermata dengan tatapan yang tajam bagaikan mata elang. Jika bicara, dia selalu menatap lawan bicaranya. Dia bertinggi sekitar 165 cm. Badan agak gempal dengan kulit sawo matang.

Dialah pria bernama Saifuddin Jaelani (SJ). Warga Candraloka Perumahan Telaga Kahuripan tak menyangka sang ustad terlibat dalam peledakan bom di JW Marriott Jakarta dan The Ritz-Carlton.
 
Saifuddin Jaelani. Entah nama asli atau alias. Namun, saat datang pertama kali ke Perumahan Telaga Kahuripan dia membawa fotokopi kartu keluarga (KK) dengan nama Saifuddin yang beralamatkan di Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Aslinya pria berumur 32 tahun itu bernama Saifuddin. Sedangkan tambahan Jaelani di belakang namanya merupakan nama ayahnya. Entah benar atau tidak, yang jelas Saifuddin sangat jarang membicarakan tentang keluarganya kepada warga sekitar.

Dengan pakaian yang terkesan sebagai seorang ustad dan berjenggot panjang tapi jarang, Saifuddin memikat warga. Tak lama kemudian, Saifuddin yang datang ke Kahuripan pada akhir 2007 dipilih sebagai imam masjid di Masjid As Surur.

"Dia hafidz (hafal Al Quran) dan memiliki ilmu tinggi. Ceramahnya bagus, kalau ada pertanyaan dari jamaah, dia jawab dengan cespleng. Hafal dalil-dalil dan bacaan Al Qurannya luar biasa," kata salah seorang warga kepada detikcom, Kamis (13/8/2009).

Pergaulan ustad Saifuddin tidak hanya terbatas di kalangan masjid, namun lebih luas lagi. Bahkan, dia juga banyak melakukan kerja sama bisnis herbal dan tanaman dengan beberapa warga sekitar.

Hanya dalam waktu beberapa bulan saja, Saifuddin sudah menjadi tokoh di perumahan itu. Dani Dwi Permana dan beberapa remaja di perumahan itu mengidolakannya. Hampir setiap hari mereka bertemu Saifuddin dengan alasan untuk mengaji.

Tini Larantika, ibunda Dani, mengaku anaknya menjadi dekat dengan Ustad Saifuddin setelah Lebaran 2008 lalu. Dani sering minta izin ibunya untuk pergi mengaji bersama Saifuddin. Karena itu, Tini menganggap anaknya dipengaruhi dan dijerumuskan oleh Saifuddin.

Kini, Saifuddin sudah menghilang dari perumahan itu sejak 3-4 bulan lalu. Keberadaanya misterius, polisi menjadikan dia sebagai buron. Intelijen sebenarnya sudah mengintai gerak-gerik pria misterius itu sejak beberapa bulan lalu. Namun, nama sang ustad belum masuk di database teroris Mabes Polri. Kemungkinan dia adalah kader Noordin yang baru dimunculkan.  

Saifuddin kabarnya juga punya adik yang juga tinggal di sekitar perumahan Kahuripan. Tak lama tinggal di sekitar Kahuripan, sang adik mempersunting gadis desa di Kampung Pondok di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Kabarnya sang adik sudah diperiksa Densus 88.
(asy/nrl)


Berita Terkait