Mahfud pun mengaku menerima salinan SMS gelap itu. Bunyinya, Mahfud diundang ke Cikeas pukul pukul 01.15 WIB dini hari. Ia berkunjung ke Cikeas bersama Sekretaris Kedubes Amerika Serikat (AS).
Menanggapi hal itu, Mahfud tampak santai. Mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itupun bahkan melontarkan guyonan.
"Pertama, kalau pukul 01.00 WIB malam itu SBY pasti sudah tidur, jadi tidak mungkin mengundang saya. Kedua, kalaupun dia belum tidur saya yang sudah tidur. Tidak mungkin saya penuhi undangannya," kata Mahfud yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (12/8/2009).
"Yang ketiga, saya tidak mengenal seorang pun dari Kedutaan AS. Keempat, berita itu berita sampah," jelas Mahfud.
Mahfud mengatakan, sebenarnya dia sangat rindu bertemu SBY. Sejak dilantik menjadi ketua MK, dia sudah jarang bertemu dan saling bertelepon dengan SBY.
"Takut dikira mempengaruhi. Padahal sebelumnya kita sering bergurau, saling telepon. Ya, semoga setelah ini, hubungan kami bisa baik kembali. Saya rindu telepon lagi, bergurau lagi dengan Beliau," pungkasnya.
(irw/iy)











































