"Setelah bom Kuningan, saya sempat didatangi intel. Mereka menduga ada jejak pelaku karena sinyal HP. Lokasinya di wartel di mulut gang Pondok Jaya," ujar Ketua RT 01 Linda Rahman (57) kepada wartawan, di Jl Pondok Jaya I, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2009)
Pantauan detikcom, lokasi wartel dengan cat warna hijau hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari kontrakan yang disewa oleh kelompok teroris jaringan Noordin M Top itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, dia mengaku selalu mengingatkan kepada warganya agar selalu melaporkan jika ada pendatang baru. "Saya selalu ingatkan untuk melapor," tegas Linda.
Sementara itu Vischa (30) salah seorang pemilik toko mengaku kalau Dani pelaku bom bunuh diri di JW Marriott sering membeli makanan, minuman di tokonya. Namun sedikit aneh karena sikapnya sangat tertutup.
Kalau membeli air minum misalnya dia mencontohkan, orang ini tidak pernah mau dimintai identitas atau nomor telepon. Kalau minta diantar pintu rumahnya tidak boleh dibuka. "Seperti tidak mau ketahuan isi rumahnya," ungkapnya.
Namun Vischa, tidak dapat memastikan ada berapa orang yang terlibat terorisme. Seingatnya dia hanya pernah melihat Ibrohim dan Dani. "Kalau Nana saya tidak tahu," tandasnya.
(ddt/iy)











































