Trimedya Pertanyakan Prosedur Penggerebekan Teroris di Temanggung

Trimedya Pertanyakan Prosedur Penggerebekan Teroris di Temanggung

- detikNews
Rabu, 12 Agu 2009 16:25 WIB
Trimedya Pertanyakan Prosedur Penggerebekan Teroris di Temanggung
Jakarta - Aksi penyergapan teroris di Temangung, Jawa Tengah, oleh kepolisian dipertanyakan. Penyergapan seharusnya bisa dilakukan sebelum pukul 15.00 WIB Jumat (7/8/2009).

"Apakah itu pilihan fix. Padahal kalau betul cerita kopi pagi (istri Djahri menyuguhkan kopi pada tamunya), lebih pagi kan dia tidak mungkin pergi lebih dulu," ujar Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan di kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2009).

Menurut Trimedya, polisi seharusnya tidak mudah terkecoh pada tersangka Aris dan Indra yang menunjukkan Noordin M Top ada di dalam rumah milik Djahri itu.

"Misalnya disarankan operasi jam segitu padahal memberikan jeda waktu. Tentu kan tidak gampang menangkap orang selicin Noordin M Top," papar politisi PDIP ini.

Polisi melakukan kesalahan prosedur? "Saya lebih melihatnya ke profesionalisme, bukan kesalahan prosedur. Untuk masalah ini Komisi III akan menanyakan ke Polri pada pertengahan Agustus," tandas Trimedya.

Polisi melakukan pengintaian dan penyergapan belasan jam yakni dari Jumat (07/08/2009) pukul 15.00 WIB hingga Sabtu (8/8/2009) pagi.

(nik/nrl)


Berita Terkait