"Pokoknya semua (teroris) cepat ketangkap," pinta Tini Larantika, ibunda Dani, usai pemakaman anaknya di pemakaman umum Kampung Sasak, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/8/2009).
Tini shock melihat anaknya dijerumuskan oleh para teroris. Padahal, selama ini Dani adalah anak yang rajin ibadah, suka membantu, dan aktif di kegiatan sosial masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adik saya itu hanya korban yang mengatasnamakan orang Islam. Tapi tidak ada orang Islam seperti itu. Saya minta maaf atas nama keluarga untuk Dani kepada seluruh rakyat Indonesia yang mengganggap Dani teroris. Dia hanya dikorbankan," pinta Jaka.
Jaka juga mengimbau para orang tua agar memperhatikan anak-anaknya agar tidak ada yang jadi korban seperti Dani. "Semoga Dani jadi korban terakhir. Jangan berlebihan menilai dia. Dia hanya korban," ucap Jaka sambil menangis.
Ketua DKM Masjid As Surur H Syuhailmaidi Syukur juga menilai bahwa Dani merupakan korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itulah, dirinya, teman-teman Dani dan warga tidak menolak Dani dimakamkan di sekitar perumahan Kahuripan.
"Dani hanyalah korban. Selama tinggal di sini, Dani merupakan anak yang sangat baik," ujar Syuhail.
Dani, pelaku bom bunuh diri di JW Marriott Jakarta, menghilang dari Perumahan Telaga Kahuripan dua bulan lalu. Dia baru saja lulus dari SMA Yadika 7 Bogor. Di sekolahnya, dia kenal sebagai aktivis kerohanian Islam. Dia pernah menjadi ketua Rohis dan menjadi ketua ekstrakurikuler basket.
Di Perumahan Telaga Kahuripan, Dani aktif sebagai remaja masjid dan Karang Taruna. Dia pernah menjadi marbot di Masjid As Surur. Bahkan, selepas Idul Adha tahun lalu, Dani dipercaya oleh teman-temannya menjadi ketua Remaja Masjid di Masjid Raya Telaga Kahuripan.
(asy/gah)











































