"Yang pernah bertemu dengan dia, Noordin itu dilihat sebagai orang yang charming, santun, karismatik, suaranya adem. Di dalam psikologi disebut 'wow factor'," kata pemerhati terorisme, Mardugi ,saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/8/2009).
Jadi bagi anggotanya, apapun yang disampaikan Noordin akan dipandang sebagai suatu kebenaran. "Jadi apa pun yang datang dari dia itu dianggap benar," imbuhnya.
Kemampuan itu, lanjut psikolog yang kerap dilibatkan dalam menangani para pelaku teror itu, merupakan faktor bawaan. "Itu given," imbuhnya.
Namun tetap, Noordin bagi kelompok ini hanya dianggap manusia biasa, tidak dikultusindividukan. "Tujuan mereka bergabung untuk jihad menegakkan daulah islamiyah," tutupnya.
(ndr/iy)











































