"Saya sudah dengar dan sudah lihat. Kaget saja. Teman-teman kaget, sedih juga. Namanya kita bergaul sama dia bukan sebulan atau dua bulan," kata teman Ibrohim yang pernah satu kos, Andri kepada detikcom, Rabu (12/8/2009).
Andri mengatakan, tadinya masih belum percaya kalau Ibrohim sudah tewas. Karena yang berhak membuktikan hal itu hanya Polri. Namun setelah Polri menyatakan jenazah tersebut adalah Ibrohim, barulah timbul kepercayaan.
"Karena saya belum melihat jasadnya dia hari ini langsung. Saya nggak tahu bisa atau nggak. Kalau nggak sibuk nanti saya sempetin. Mungkin akan ke rumah sakit. Kalau ke Kuningan jauh," jelasnya.
(gus/iy)










































