"Atas nama keluarga, mohon dimaafkan jika adik saya punya salah," kata Jaka saat jenazah Dani terbungkus kain kafan dimasukkan ke liang lahat di tanah wakaf Kampung Sasak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/8/2009).
Menurut Jaka, adiknya hanyalah remaja yang tidak mengerti apa yang dilakukannya. "Dia tidak tahu apa-apa," kata Jaka dengan air mata masih bercucuran.
Kesedihan tidak hanya terlihat di wajah Jaka. Sang ibu, Tini, juga tampak sangat terpukul. Dari Masjid As Surur tempat jenazah yang disimpan dalam peti disemayamkan, Tini tampak lemah dan dibopong beberapa orang.
Acara pemakaman dihadiri oleh puluhan warga sekitar.Β Beberapa di antara mereka adalah teman-teman Dani semasa bersekolah di SMA Yadika 7 Bogor.
(ken/nrl)











































