"Memang harus ada pembinaan khusus. Dan penjara dengan super maksimum sekuriti. Saat ini kan pengamanan saat itu hanya ada di Nusa Kambangan di penjara lain, teroris bisa makan dengan penjahat biasa. Di sana ada interaksi dan ada rekrutmen kader," ujar Andi.
Hal tersebut dikatakan Andi usai acara cerdas cermat antar SMU di kantornya, Jl Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2009).
Andi menganalogikan tidak berbedanya penanganan penjahat teroris dan pelaku kejahatan biasa dengan penanganan pengguna narkotik.
"Saat ini kita men-threat (memperlakukan) mereka sebagai penjahat biasa, sama saja perlakuannya dengan narkotik. Itu kan kita samakan antara pengguna dan pemakai padahal harusnya penanganannya berbeda," ucap Andi.
"Ini menjadi informasi baru bagi Dirjen Kemasyarakatan, nanti akan ditindaklajuti," tandasnya.
(amd/iy)











































