"Insya Allah, mau selamatan," kata ayah Yayan, Syarifudin, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/8/2009).
Orang tua Yayan merasa lega anaknya tidak tersangkut paut kelompok teroris. "Kita mendidik sudah benar, sopan terhadap lingkungan, selalu terarah," imbuhnya.
Saat tiba di rumah, pada Selasa 11 Agustus malam pukul 11.30 WIB, Yayan diantar pengacaranya dan 2 polisi berpakaian preman. Haru pun meledak di rumah 2 lantai di kawasan Koja, Jakarta Utara, tersebut.
"Kami bahagia sekali, berpelukan bahkan difoto polisi berpakaian preman itu," kata Syarifudin.
Namun keluarga Yayan tidak mau berbicara mengenai kronologi penangkapan atau dugaan terkait jaringan teroris.
"Saya diminta no comment," tutupnya.
(ndr/nrl)











































