Penjelasan ini disampaikan Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Pol Eddy Saparwoko dalam jumpa pers di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2009). Hadir juga dalam jumpa pers ini Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarno.
"Jenazah almarhum Dani Dwi Permana didapatkan dengan jalan metode DNA," kata Eddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Dani tidak utuh. Hanya ada potongan-potongan tubuh. "Jadi satu-satunya cara untuk memastikan bahwa potongan tubuh itu adalah Dani dengan DNA," jelas Eddy.
Dani merupakan remaja berumur 18 tahun yang selama ini tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Kabupaten Bogor. Dia baru saja lulus dari SMA Yadika 7 Bogor pada Juni 2009. Setelah lulus, dia kemudian menghilang dari Telaga Kahuripan sejak 2 bulan lalu.
(asy/nrl)











































