Kepastian ini disampaikan Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Pol Eddy Saparwoko dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2009). Hadir juga dalam jumpa pers ini Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarno dan para anggota tim identifikasi.
Menurut Eddy, jenazah itu sempat diduga Noordin Moh Top. Namun, setelah DNA-nya dibandingkan dengan keluarga Noordin baik di Cilacap, Klaten, dan tempat lain, ternyata tidak cocok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 09.35 WIB, jumpa pers masih berlangsung. (asy/nrl)











































