Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2009). Di Taiwan, 62 orang dilaporkan meninggal dan 58 orang lainnya hilang. Di China dan Jepang, sedikitnya 22 orang meninggal akibat tertimbun tanah longsor dan air bah.
Salah satu warga desa Hsiaolin yang selamat dari musibah tersebut, Wong Ruei-chi mengaku telah kehilangan 10 anggota keluarganya akibat banjir lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di China Timur, tanah longsor yang dipicu hujan deras dari Topan Morakot menumbangkan tujuh rumah di satu kota. Seorang penduduk lokal mengatakan sangat terkejut ketika saat terbangun dari tidurnya banyak bangunan yang runtuh.
"Kira-kira pukul 10 malam saya mendengar suara gaduh sangat keras. Saya pikir itu gempa bumi tetapi saya terus melihat jendela ternyata banyak bangunan tua runtuh," Tang Zhonghai
"Ketika saya melihat apa yang sudah terjadi, saya meninggalkan rumah dan mencoba menghubungi regu penyelamat," imbuhnya.
Β
Topan Marokat secara reguler melanda China, Taiwan, Filipina, dan Jepang setiap pertengahan tahun. Topan menghimpun kekuatan dari air yang hangat dari Samudera Pasifik atau Laut China Selatan sebelum melemah di daratan. (mpr/sho)










































