Namun Kapuspen Kejagung Jasman Pandjaitan menegaskan, pertemuan itu terjadi tanpa disengaja atau kebetulan. Saat itu, Anggono memang datang ke ruangan Jaksa Irwan Nasution untuk menanyakan soal Antasari Azhar (AA).
"Memang betul ada seseorang yang bertamu kepada Pak Irwan kemudian menceritakan mohon mau bertemu dan menjembatani siapa yang bisa kenal dengan Pak AA," kata Jasman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kebetulan, saat itu di ruangan Irwan ada seorang tamu lainnya. Dia adalah Eddy Sumarsono. Saat itu, Eddy mengatakan jika dirinya mengenal dan bisa menghubungkan dengan Antasari.
"Setelah itu Pak Irwan tidak tahu apa yang terjadi," kata Jasman.
Jasman mengatakan, pertemuan ketiganya itu berlangsung sekitar bulan Agustus-September 2008. Namun dia mengaku tidak tahu apa tujuan Anggono ingin berhubungan dengan Antasari.
"Kalau substansinya apa, bukan kewenangan saya untuk menjawab," kata Jasman.
Eddy adalah bos sebuah tabloid mingguan dikenal memiliki kedekatan dengan Antasari. Karena kedekatan inilah dia dimintai bantuan Anggodo untuk 'membereskan' Antasari yang saat itu masih menjabat Ketua KPK.
Anggodo berharap bila Antasari sudah dibereskan kasus suap PT Masaro akan ditutup terlebih sejumlah pimpinan KPK lainnya juga sudah dipegang. Eddy sendiri membantah menerima uang dari Dirut PT Masaro, Anggoro Widjaja. Dia mengaku, awalnya dia bertemu dengan Anggodo di Kejagung dengan disaksikan Jaksa Irwan Nasution untuk dimintai bantuan.
(ken/irw)











































