Pesawat Twin Otter dengan kapasitas penumpang 20 kursi menghilang pukul 10.53 waktu setempat, sesaat setelah lepas landas dari sebuah bandara di ibukota Port Moresby. Pesawat tersebut memiliki rute pariwisata ke Kokoda, yang merupakan bekas medan perang saat PD II dan sekarang menjadi lokasi wisata bagi para pendaki.
Salah satu staf Departemen Dalam Negeri Australia di Canberra mengatakan 9 dari 11 penumpang dalam pesawat tersebut adalah warga negara Australia. Sementara dua orang lainnya adalah awak pesawat.
"9 penumpang diketahui sebagai warga negara Australia. Staf konsulat sedang mencoba untuk menghubungi keluarga korban untuk menawarkan bantuan," ujar staf tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2009).
Sementara Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan, para petugas di Port Moresby telah berusaha semampu mereka untuk menemukan pesawat itu, tapi kondisi cuaca menyulitkan proses pencarian.
"Diplomat Senior Australia (Australian High Commissioner) dan anak buahnya di Port Moresby sedang bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat dengan sekuat tenaga," ujar Smith. (nvc/iy)











































