Hal tersebut terjadi dalam sebuah forum dengan pemuda di Kinshasa. Salah seorang mahasiswa menanyakan kepada Hillary tentang keterkaitan antara China dan Bank Dunia dengan negaranya, Republik Demokratik Kongo.
"Apa pandangan Mr Clinton tentang hal itu?" tanya mahasiswa itu, seperti dilansir situs berita AFP, Selasa (11/8/2009).
Hillary kemudian menjawabnya dengan suara yang lantang.
"Anda ingin tahu bagaimana pandangan suami saya? Suami saya bukanlah Menlu, sayalah yang menjadi Menlu saat ini. Jadi bertanyalah bagaimana pendapat saya, dan saya akan menjawabnya. Saya tidak ingin melibatkan suami saya," jawabnya.
Minggu lalu, Bill Clinton menyita perhatian media dan dunia saat datang mengunjungi Korea Utara untuk melakukan negosiasi perihal pembebasan dua jurnalis AS yang ditahan pemerintah setempat. Banyak pihak yang mempertanyakan kunjungannya, karena sudah seharusnya hal tersebut menjadi tugas istrinya, Hilarry Clinton, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.
Kunjungan Hillary ke Kongo tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur dunianya ke tujuh negara. Hillary menjadikan kunjungan ke Afrika sebagai prioritas utama, karena dia sangat peduli dengan isu hak asasi perempuan. Bahkan Selasa ini Hillary dijadwalkan menuju ke kota Goma, sebelah timur Kongo, untuk bertemu dengan para korban kekerasan seksual.
Hillary bahkan mengatakan dirinya akan mendesak President Kongo Laurent Kabila untuk melakukan tindakan lebih tegas, mengingat sebagian kasus kekerasan seksual dilakukan oleh militer Kongo.
"Saya harap di Kongo ini akan ada suatu upaya bersama dalam memperjuangkan keadilan bagi para perempuan yang mengalami kekerasan dan juga untuk memastikan bahwa para pelaku kekerasan mendapat hukuman yang setimpal. Kita harus bersatu untuk memperjuangkan itu semua," kata Hillary kepada para mahasiswa yang hadir dalam forum.
(nvc/nrl)











































