Debu, Kekeringan, dan Pemadaman Listrik Teror Warga Palembang

Debu, Kekeringan, dan Pemadaman Listrik Teror Warga Palembang

- detikNews
Selasa, 11 Agu 2009 16:17 WIB
 Debu, Kekeringan, dan Pemadaman Listrik Teror Warga Palembang
Palembang - Hampir dua bulan ini, warga Palembang diteror kekeringan, debu, dan pemadaman listrik. Kekeringan dan debu sebagai dampak musim kemarau, dan pemadaman listrik dilakukan pihak PLN.

"Kami ini hidup seperti di jaman purba aja. Bukan tinggal di kota, apalagi kota international," kata Mendy, warga Trikora, Palembang, Selasa (11/08/2009).

Kekesalan Mendy itu lantaran setiap hari, di rumahnya terjadi pemadaman minimal dua kali. Bahkan pemadaman itu sampai memakan waktu hingga 5 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya Sumsel ini banyak menghasilkan energi, tapi kok listrik padam terus. Buat apa mendatangkan investor buat mengeksplorasi migas dan tambang, dan membangun pusat tenaga listrik, kalau rakyat Sumsel jadi seperti ini," katanya.

Mendy pun mempertanyakan janji Alex Noerdin, pada saat kampanye Pilkada Sumsel beberapa waktu lalu, yang mengatakan akan mengatasi persoalan pemadaman listrik yang sering dialami warga.

"Janjinya mana? Wah, sekarang justru tampak sibuk ngurusi Sriwijaya FC, seperti halnya Syahrial Oesman dulu. Sama saja," kata Mendy.

Sementara kekeringan sudah terjadi pada sumur milik warga, seperti di pemukiman Plaju, Gandus, Kenten, Kalidoni, dan Sukarame. Akibat warga harus membeli air bersih dari PDAM. Selain itu, beberapa warga di perkotaan yang mengandalkan air sungai Musi atau anak-anaknya, juga mengalami kesulitan air, sebab kondisi sungai itu sudah mulai mongering.

Tidak di situ saja, penderitaan warga Palembang bertambah lagi dengan banyaknya debu di jalan. Apalagi saat ini begitu banyak truk yang melintasi jalan-jalan di Palembang.

"Truk-truk itu membuat kian banyak debu, dan debu berterbangan ke halaman dan dalam rumah," kata Kosim, warga yang tinggal di tepi Jalan Abdul Rozak Palembang.

(tw/djo)


Berita Terkait