"Kita semua gak mengira kalau dia teroris. Dia itu kan yang kita percaya untuk menyembelih hewan kurban tahun lalu," kata salah seorang warga Candraloka yang keberatan disebut namanya saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (11/8/2009).
SJ dipercaya menyembelih hewan-hewan kurban yang dikumpulkan masyarakat Candraloka karena menjadi imam di masjid As Surur. Dia dinilai sebagai ustad yang memiliki ilmu agama yang tinggi. Menurut warga, dilihat dari cara menyembelihnya, SJ memang terlihat terbiasa dan mahir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Perumahan Telaga Kahuripan, SJ tidak hanya bergiat di bidang keagamaan. Dia juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Dia juga cepat bergaul dengan masyarakat sekitar.
Dia juga berbisnis mendirikan klinik herbal dan bekam bersama seorang warga. Tidak pernah terbersit di benak warga di Kahuripan kalau dia merupakan anggota jaringan Noordin Moh Top dan murid Dr Azahari.
SJ yang baru berumur 32 tahun juga cepat bergaul dengan para kawula muda, termasuk para aktivis remaja masjid. Dia sering mengajak para pemuda hiking ke suatu tempat dan bertadabur alam. Di mata anak-anak muda di lingkungan Masjid As Surur, SJ merupakan orang yang sangat baik.
Di Kahuripan, SJ mengontrak sebuah rumah di RT 03 RW 10 persis di samping rumah salah seorang ustad yang juga menjadi tokoh agama Candraloka. Sebagian warga mengatakan, rumah yang ditempati SJ adalah rumah kakaknya. Kini rumah yang sempat ia tinggali itu terbengkalai.
SJ tiba-tiba menghilang sejak 3-4 bulan lalu. Dia hanya sempat mengatakan bahwa dia akan tinggal sementara di Kuningan dan akan mengurus pondok pesantren di Solo. Cukup mengejutkan, karena SJ menghilang di saat dia dipercaya oleh masyarakat setempat.Â
(asy/nrl)











































