PPATK Belum Diminta Telusuri Kiriman Rp 1 M untuk SJ

PPATK Belum Diminta Telusuri Kiriman Rp 1 M untuk SJ

- detikNews
Selasa, 11 Agu 2009 15:50 WIB
PPATK Belum Diminta Telusuri Kiriman Rp 1 M untuk SJ
Jakarta - SJ, orang yang merekrut dua pelaku bom bunuh diri di JW Marriott dan Ritz Carlton, disinyalir menerima uang Rp 1 miliar yang dikirim melalui rekening tetangganya. Benarkah ada aliran uang itu? Pusat Penelitian dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) belum menerima perintah dari Polri untuk menelusurinya.

"Kita belum terima permintaan dari kepolisian," kata Kepala PPATK Yunus Husein kepada detikcom, Selasa (11/8/2009).

Menurut Yunus, belum ada permintaan khusus dari polisi terkait kasus peledakan bom yang terjadi di Ritz Carlton dan JW Marriott 17 Juli 2009 lalu. Data transaksi mencurigakan yang ia miliki masih seputar peristiwa pengeboman Bali I, Bali II, dan Kedubes Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data tersebut, sedikitnya ada 68 transaksi yang patut dicurigai berdasarkan analisis polisi. Nilai transaksi pun tidak terlalu besar. "Rata-rata di bawah Rp 5 juta dan kebanyakan uang dikirim lewat ATM dari bank dalam negeri," tegasnya.

Sejumlah transaksi disinyalir juga berasal dari luar negeri. Namun, Yunus tidak bisa membeberkan dari negara mana saja uang tersebut berasal. "Lebih baik tanya Densus 88 saja," imbuhnya.

Apakah ada rekening atas nama Noordin M Top? "Selama ini tidak pernah ada hasil analisis atas nama dia, lagipula namanya kan sering ganti-ganti," jawabnya.

Sebelumnya, Saifuddin Jaelani (SJ) disebut-sebut pernah dikirimi uang sebesar Rp 1 miliar. Berdasarkan pengakuan warga di Perumahan Telaga Kahuripan, SJ meminjam rekening tetangganya untuk menerima uang tersebut.

(mad/asy)


Berita Terkait