"Saya belum berani banyak bicara sebab informasinya belum sampai ke saya," ujarnya saat ditanya wartawan di ruang kerjanya, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (11/8/2009).
Dade hanya meminta warga Jabar jangan panik. "Kami minta warga jangan panik, masyarakat juga harus berperan aktif mulai dari tingkat RT untuk menginformasikan sesuatu hal yang mencurigakan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, pemilik kontrakan AY menemukan dua paralon yang dibungkus kertas warna merah dan ada sumbunya yang diduga bom rakitan di rumah miliknya yang sebelumnya dikontrak dua pria bernama Ismet dan Heri. Keduanya meninggalkan rumah itu dua bulan lalu begitu saja. Sejumlah barang-barang milik Heri dan Ismet masih ada di rumah itu.
(ern/djo)











































