Sebelumnya, Minggu (9/8/2009) malam, seorang pemuda 18 tahun menolak imbauan polisi untuk turun dari motor balapnya, karena ada larangan penggunaan motor balap di wilayah tersebut. Dia justru memilih melarikan diri. Akhirnya si pemuda menabrak pembatas saat akan memutar balik, menghindar dari kejaran polisi. Dia pun tewas seketika akibat patah tulang leher.
Pemuda lain yang tidak terima dengan kematian kawan mereka itu pun melampiaskan amarah. Mereka tidak percaya jika kawannya tewas karena kecelakaan. Puluhan pemuda pun membakar 29 mobil, kemudian membakar tong sampah, serta merusak fasilitas-fasilitas umum. Mereka juga membakar sebuah bus.
Mereka bahkan mendesak Menteri Dalam Negeri Perancis Brice Hortefeux dan Walikota Bagnolet untuk memberi keterangan publik tentang kasus kematian pemuda tersebut.
Tapi menurut kepolisian setempat, tidak ada laporan terjadinya insiden serius di wilayah timur Paris tersebut.
(nvc/nrl)











































