Informasi yang didapatkan detikcom, Selasa (11/8/2009), keluarga Dani, terdiri dari ayah, ibu, dan kakaknya, sudah diambil sampel darahnya untuk mencocokkan golongan darah dengan jenazah pelaku bom Marriott. Ibunda Dani yang selama ini berada di luar Jawa, sejak Senin (12/8/2008) sudah berada di Jakarta.
Kabarnya, ibunda Dani menginginkan agar Dani dimakamkan di dekat Perumahan Telaga Kahuripan. Di dekat perumahan, ada tempat pemakaman umum (TPU) yang merupakan tanah wakaf para warga dan jamaah Masjid As-Surur. Makam ini terletak di Kampung Sasak Desa Tegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Syuhailmaidi, Dani hanyalah korban dari doktrin-doktrin yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab. "Kami, begitu juga dengan teman-temannya di sini, menganggap Dani hanyalah korban. Karena selama di sini, Dani sangat-sangat baik," ujar Syuhailmaidi yang juga seorang ustad itu.
Bila keluarga ingin Dani dimakamkan di sekitar Kahuripan, menurut dia, jenazah kemungkinan akan dimakamkan di tanah wakaf pemakaman di Kampung Sasak.
Muhdil Anam, salah seorang ustad yang juga pengurus RW 10 bidang keagamaan, juga tidak mempermasalahkan bila keluarga menginginkan Dani di sekitar Kahuripan. "Bagi kami tidak masalah. Kewajiban kita sebagai muslim adalah memakamkannya," ujar dia.
Apalagi, kata dia, selama tinggal di Kahuripan, Dani merupakan orang yang sangat baik, suka membantu sesama. Semua warga juga memiliki penilaian yang sama. Muhdil juga mengaku sudah membicarakan hal ini dengan pengurus RW dan warga lainnya.
Bila memang Dani dimakamkan di sekitar Kahuripan, Muhdil menyerahkan kepada keluarganya apakah jenazah disemayamkan di rumahnya atau di masjid. "Kalau disemayamkan dan disalatkan di masjid, nanti harus tanya kepada DKM," kata dia.
Dani bertahun-tahun hidup di Gugus Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan. Ayahnya, Zulkifli, seorang satpam Kahuripan, namun dipenjara sejak beberapa bulan lalu karena terlibat pencurian uang milik PT Kuripan Raya. Ibu Dani, merupakan ibu rumah tangga, yang kemudian memilih kembali ke Palembang dan pergi ke Kalimantan setelah suaminya dipenjara.
Selama hidup, Dani yang baru lulus dari SMA Yadika 7 Bogor pada Juni 2009 itu dikenal sangat baik terhadap warga. Dia sehari-hari aktif di Masjid As Surur dan Karang Taruna. Dia juga sering membantu warga yang membutuhkannya. Sehabis Lebaran tahun lalu, dia dipercaya sebagai Ketua Remaja Masjid Raya Telaga Kahuripan. (asy/nrl)











































