Salah seorang warga menceritakan, keponakannya pernah diajak SJ bersama empat remaja lain, termasuk Dani, ke Bandung selama seminggu. "Kejadiannya sudah lama. Tapi bapaknya itu sempat bingung karena anaknya gak pulang-pulang selama satu minggu," kata dia saat berbincang-bincang kepada detikcom, Selasa (11/8/2009).
Tidak jelas di mana tempat di Bandung itu. Yang jelas, saat itu lima remaja asal Kahuripan itu ikut pengajian kalangan terbatas. Di pengajian di Bandung itulah, para remaja yang sebagian besar baru lulus SMA itu didoktrin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, kata dia, SJ menunjuk kepada keponakannya untuk menjadi pengantin dalam waktu dekat. "Namun, keponakan saya ragu. Dan dari lima remaja itu, Dani yang terlihat sangat yakin," ujar dia.
Gara-gara mengikuti pengajian Ustad SJ ke Bandung itu, menurut dia, keponakannya sempat berurusan dengan Densus 88. Keponakannya dimintai keterangan selama tiga hari. Densus menanyakan tentang pengajian yang diadakan SJ dan doktrin-doktrin yang disampaikan SJ.
Empat remaja ini diperiksa Densus 88 beberapa hari sebelum polisi mengumumkan bahwa pelaku bom bunuh diri di Marriott adalah Dani. "Saat ini, keponakan saya sudah kembali ke keluarganya. Orangtuanya sempat was-was," kata dia.
Sementara itu, pengurus RW 10 dan DKM Masjid As Surur sudah melakukan program untuk membina remaja-remaja lain yang pernah didoktrin oleh SJ. Tindakan ini untuk mengantisipasi agar mereka tidak menjadi korban seperti Dani.
(asy/nrl)











































