Hal tersebut diungkapkan sumber detikcom di jajaran kepolisian yang ikut memeriksa lokasi penemuan bom rakitan di Kampung Ciharus RT 06, RW 02, Desa Lembang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat, Selasa (11/8/2009).
"Kita mengamankan TNT, remote, laptop dan album mengenai senjata api," ujar sumber tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benda tersebut awalnya ditemukan oleh penghuni kontrakan tersebut, yakni Soni. Diduga kuat, benda itu peninggalan penghuni kontrakan terdahulu yakni Heri dan Ismet. Keduanya masing-masing mengaku sebagai warga Bandung dan Banten.
Sehari-hari warga mengenal mereka sebagai pedagang tas. Namun sekitar 2 bulan lalu, keduanya tiba-tiba menghilang dari kontrakan tersebut. Tak satu pun warga yang tahu ke mana mereka pindah atau dipamiti.
Laporan mengenai temuan ini kemudian ditindaklanjuti ke aparat kepolisian. Senin 10 Agustus malam, sejumlah anggota tim Gegana datang ke lokasi penemuan benda mencurigakan tersebut.
Tapi anggota kepolisian dari Polres Garut tidak bersedia memberikan keterangan terkait penemuan benda tersebut. Salah seorang perwira Polres Garut bahkan menyebutkan itu bukan barang berbahaya. "Bukan apa-apa, itu mainan untuk intercom," ungkapnya.
Kapolda Jabar Tengok TKP
Temuan benda mencurigakan tersebut bukan masalah sepele agaknya benar adanya. Buktinya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Timur Pradopo sampai menyempatkan diri mendatangi lokasi penemuan benda tersebut.
"Dia bilang terima kasih kepada warga karena sudah waspada dan mau melapor. Warga tidak usah khawatir karena area ini aman," ungkap Diyat (45), salah seorang warga.
Menurut Diyat, Timur tiba di TKP sekitar pukul 04.00 WIB. Namun orang nomor 1 di Polda Jawa Barat itu tidak berlama-lama berada di TKP. Hanya sekitar 5 menit, Timur kemudian pergi lagi.
(djo/nrl)











































