"Dia sempat akan diminta mengurus usaha laundry di sini. Tapi saat dicari sekitar dua bulan lalu, dia sudah menghilang," kata salah seorang warga saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (11/8/2009).
Banyak warga yang menanyakan ke mana Dani pergi. Banyak warga yang ingin mempekerjakan Dani, karena anak itu dikenal gesit, suka bekerja keras, dan jujur. "Tapi, saat ditanya di mana Dani, teman-temannya pada tidak tahu, hanya bilang pergi ke Palembang," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani menjadi marbot sejak sebelum Ustad Saifuddin Jaelani (SJ) datang ke perumahan itu. Karena, SJ didapuk menjadi imam di masjid itu, Dani pun sangat dekat dengannya. Dani sering berdiskusi dengan ustad berumur 32 tahun itu.
Setelah ayahnya, Zulkifli, dipenjara sejak lima bulan lalu, Dani pun shock. Apalagi ibunya kemudian memutuskan kembali ke Palembang dan pergi ke Kalimantan. Saat itu, warga pun urunan untuk membantu biaya keberangkatan Ibunda Dani ke Palembang.
Sehari-hari Dani tinggal di masjid. Banyak warga yang membantu dia, termasuk menyediakan makanan untuknya. Bantuan untuk Dani begitu banyak, karena dia memang sangat baik. Banyak warga yang shock begitu mendengar bahwa Dani sebagai pelaku bom bunuh diri di Marriott.Β
(asy/nrl)











































