"Itu sulit diterima. Ini kasus dibicarakan, ditangani KPK, jadi tidak masuk akal ada pertemuan di Kejagung," kata Kapuspenkum Kejagung Jasman Panjaitan saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/8/2009).
Eddy yang merupakan bos sebuah tabloid mingguan dikenal memiliki kedekatan dengan Antasari. Karena kedekatan inilah dia dimintai bantuan Anggodo untuk 'membereskan' Antasari yang saat itu masih menjabat Ketua KPK. Anggodo berharap bila Antasari sudah dibereskan kasus suap PT Masaro akan ditutup terlebih sejumlah pimpinan KPK lainnya juga sudah dipegang.
Eddy sendiri membantah menerima uang dari Dirut PT Masaro, Anggoro Widjaja. Dia mengaku, awalnya dia bertemu dengan Anggodo di Kejagung dengan disaksikan Jaksa Irwan Nasution untuk dimintai bantuan.
Meski membantah ada pertemuan Eddy, Anggodo di Kejagung, Jasman membenarkan ada jaksa bernama Irwan dan bertugas di Jamintel. Jasman juga mengakui Eddy sering datang ke Kejagung. "Irwan bukan jaksa fungsional," tambahnya.
Kejagung mengaku pihaknya akan mencoba mendalami pengakuan Eddy tersebut. "Tapi mau ngapain Eddy bertemu Irwan dan Anggodo di Kejagung. Itu tidak mungkin," terangnya.
(ndr/iy)











































