Setelah berkenalan dengan Syarifudin, Yayan mengantarkan Joko keluar rumah. Setelah Yayan pulang dengan terburu-buru, tidak lama Densus 88 pun menggerebek rumah itu.
"Saya lagi nyantai di depan rumah. Tiba-tiba ditodong sekian banyak orang. Mereka tanya mana yang masuk tadi. Saya bilang itu anak saya di atas. Lagi di kamar sendiri. Dibekuk di kamarnya dengan seorang tentara. Bahkan tentara itu juga dipukul," jelas ayah Yayan, Syarifuddin kepada detikcom, Selasa (11/8/2009).
Saat melihat itu, perasaan Syarifuddin bercampur aduk. Apalagi ia baru pulang dari rumah sakit karena rehabilitasi jantung. Saat itu langsung jantungnya ngedrop. Namun akhirnya ditenangkan dengan diberi air oksi. "Untung saya nggak mati," ketusnya.
Syarifuddin menjelaskan, sebelum Densus tiba, memang Yayan mengenalkan Joko kepada dirinya. Yayan juga tampaknya baru mengenal Joko. Syarifuddin sempat berbincang sebentar dengan Joko.
Joko saat itu mengaku tinggal di Bekasi. Ciri-cirinya gemuk. Joko kerja di Hotel M sebagai koki yang saat itu juga sedang libur kerja.
"Saya juga nggak kenal orang itu. Baru ketemu sekali. Setelah itu Yayan mengantarkannya ke luar. Setelah itu Yayan masuk terburu-buru. Saya tanya kenapa, katanya ingin buang air besar. Baru tiba-tiba Densus pun datang," jelasnya.
(gus/iy)











































