"Mereka sering bakar-bakar, saya tahunya pas hari Rabu (5/8) ada bekas bakaran pagi-pagi karena saya lihat asapnya. Saya pikir waktu itu bakar sampah biasa," kata Dwi Takari (35), yang rumahnya berada di Blok D5, persis di belakang rumah Ahmad Fery di Blok D12, Perumahan Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi, Senin (10/8/2009).
Dwi mengatakan, di belakang rumah Ahmad Fery itu ditemukan bekas benda-benda terbakar seperti satu potongan paralon berukuran 5 cm, emblem kain bertuliskan 'Korps' dengan lambang bintang dua. Kemudian di halaman rumah belakang tersebut juga ada bahan kain warna putih yang terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menggambarkan antara rumah dia dengan rumah Ahmad Fery terdapat pembatas halaman, yang berupa selembar seng dengan tinggi 170 cm. Di mana pada salah satu sisi hanya ditutup dengan bekas spanduk sehingga memungkinkan untuk bisa keluar masuk.
Dikatakan Dwi, dirinya sempat mengobrol dengan salah satu penghuni rumah D12. Penghuni tersebut menanyakan tentang septi tank rumah. Saat itu, penghuni berkulit putih itu mengatakan septitank-nya mampet.
"Dia nanya septi tank ada di mana, saya jawab di depan. Ciri-cirinya putih bersih tapi tidak mirip dengan sketsa yang disebar di televisi," kata Dwi.
Dwi mengaku tidak pernah melihat ada aktivitas yang berarti di dalam rumah D12 tersebut. Penghuni rumah tersebut orangnya tertutup, gorden dan pintu juga selalu dalam keadaaan tertutup.
(nvc/ken)










































