"Jadi kontrakan mereka sama. Dia (Yayan) di lantai bawah. Budi di atas," kata Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul kepada detikcom, Senin (10/8/2009).
Iskandar mengatakan, Budi bahkan mengaku tidak mengenal Yayan. Mereka hanya teman satu kontrakan yang sama-sama mengontrak di rumah itu.
Saat penggerebekan terjadi, Budi mendengar suara kegaduhan di bawah. Saat dia turun, polisi langsung mengangkut semuanya termasuk membawa Budi. "Padahal dia sudah bilang anggota TNI, tapi mereka nggak peduli," kata Iskandar.
Setelah sempat diangkut, Budi diturunkan di tengah jalan. Padahal menurut Iskandar, kalau Budi dibawa ke kantor polisi, TNI AL tidak akan mempermasalahkannya.
"Nanti setelah itu kita mengurus semuanya. Tapi sebelum masuk kantor polisi sudah dilepas di tengah jalan. Seharusnya kan tidak seperti itu," tegasnya.
(gus/iy)










































