Panglima TNI: Peningkatan Pengamanan Presiden Harus Dirahasiakan

Panglima TNI: Peningkatan Pengamanan Presiden Harus Dirahasiakan

- detikNews
Senin, 10 Agu 2009 12:56 WIB
Panglima TNI: Peningkatan Pengamanan Presiden Harus Dirahasiakan
Solo - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso membenarkan adanya peningkatan pengamanan untuk keselamatan Presiden SBY. Namun Djoko mengatakan titik-titik pengamanan yang diperketat tidak bisa disampaikan secara rinci dengan alasan agar tidak diketahui pihak yang bertujuan buruk.

Hal tersebut disampaikan oleh Djoko Santoso kepada wartawan seusai menandatangani Prasasti Sritex selaku ketua umum PBSI di Arena Hall B Gor Bhineka, Solo, Jawa Tengah, Senin (10/8/2009).

Djoko mengaku hingga saat ini belum ada permintaan khusus dari presiden untuk melakukan peningkatan pengamanan setelah ada informasi dirinya dan kediamannya dijadikan sasaran aksi teror. Namun, menurut Djoko, meskipun tidak ada ada permintaan, pengamanan harus ditingkatkan berkaitan dengan informasi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ada informasi yang diberikan oleh Kepolisian maka selaku penanggung jawab keselamatan presiden dan wakil presiden saya melakukan peningkatan pengamanan," ujar Djoko Santoso.

Djoko enggan memberikan penjelasan rinci pada titik-titik mana saja peningkatan pengamanan itu dilakukan. Menurutnya, jika titik-titik pengamanan yang ditingkatkan itu disampaikan ke publik maka sama saja dengan memberitahukanya kepada yang hendak berbuat jahat.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan situasi keamanan di Indonesia, terutama di Jawa Tengah, hingga saat ini masih terkendali. Dalam tertib sipil, penanggung jawab keamanan adalah pihak Kepolisian. Tugas TNI hanyalah sebatas memberi bantuan.
(mbr/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait