Air Setiawan Terlibat Terorisme Kedua Kalinya, Pembinaan LP Mengkhawatirkan

Air Setiawan Terlibat Terorisme Kedua Kalinya, Pembinaan LP Mengkhawatirkan

- detikNews
Senin, 10 Agu 2009 09:43 WIB
Air Setiawan Terlibat Terorisme Kedua Kalinya, Pembinaan LP Mengkhawatirkan
Jakarta - Air Setiawan yang didor polisi di Jatiasih bukan nama baru bagi polisi. Menurut Kapolri Jenderal BHD dia pernah terlibat bom Kedubes Australia 2004. Kapolri menyebutnya sebagai residivis.

Keterlibatan Air dalam kasus terorisme untuk kedua kalinya membuat pembinaan Air selama dipenjara di lembaga pemasyarakatan (LP) dipertanyakan. Jika pembinaan tidak dibenahi dikhawatirkan seorang napi teror akan semakin radikal setelah bebas .  

"Mutu dan pembinaan dalam LP menimbulkan kecemasan," ujar kriminolog UI Adrianus Meliala kepada detikcom, Senin (10/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya mantan napi teror seperti Air, menurutnya, setelah bebas jangan sampai kembali lagi ke kelompok lamanya. Apalagi Air merencanakan aksi teror lagi. "Perlu dipertanyakan sejauh mana jajaran LP mengubah napi selama di penjara," katanya.

Andrianus mempertanyakan mengapa Air bisa kembali ke kelompoknya tanpa ada monitor. Kegiatan deradikalisasi pasca pidana selama ini memang hampir tidak ada. Sampai saat juga belum ada instansi yang menyentuh sampai sejauh itu.

"Jajaran LP, lagi-lagi hanya memiliki kemampuan terbatas untuk melakukan bimbingan," imbuhnya.

Jika kegiatan deradikalisasi mantan teroris masih dianggap urusan polisi dia menilai, di tubuh Polri tidak ada satuan dan anggaran yang resmi tersedia untuk itu. Ajakan Kapolri agar masyarakat mengawasi bekas napi teror diperkirakan hanya akan menambah label bahkan stigma  bagi napi mantan teroris.

"Justru akan makin cepat mendorong mereka kembali ke kelompoknya," kata dia.

"Yang benar adalah seyogyanya masyarakat diajak merangkul dan melibatkan mereka dengan cara dan kemampuan kita masing-masing," tandasnya.


(did/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini