"Pernyataan Kapolri terburu-buru," ujar Pengamat Militer dan Intelejen Universitas Parahyangan Anak Agung Banyu Perwita saat dihubungi detikcom, Minggu malam 9/8/2009).
Menurut Agung, bahan peledak yang ditemukan di Jatiasih, Bekasi, belum diketahui secara jelas apakah benar untuk menyerang presiden. Jangan sampai ada upaya pembenaran atas pidato presiden setelah ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriott.
Agung mengkhawatirkan ada pemelintiran target teroris sehingga publik menilai kalau presiden memang target teroris. Seharusnya polisi tidak menyimpulkan terlalu cepat, kalau teroris akan menyerang SBY dua pekan setelah 1 Agustus.
"Saya khawatir polisi menjadi alat politik eksekutif, tidak boleh," tegasnya.
Agung menilai, terlalu berlebihan jika pernyataan Kapolri langsung direspon dengan menambah pengamanan di kediaman SBY. Ini akan memberikan image buruk bagaimana seorang presiden menjadi ketakutan sehingga perlu pengamanan lebih.
"Bagaimana dengan publik yang tidak dilindungi. Akan berdampak pada psikologis," tandasnya.
(did/mad)











































