"Hari ini masyarakat tahu lebih banyak tentang virus HIV, tahu bagaimana cara untuk melambatkan penyebarannya, dan yang penting, kita tahu kita bisa mengalahkan AIDS, " kata Presiden SBY.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka International Congress on AIDS in Asia and the Pasific (ICAAP) ke-9 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, Minggu (9/8/2009). ICAAP ke-9 diikuti sekitar 4.000 orang delegasi dari 65 negara di Asia Pasifik.
SBY menambahkan, jika kasus HIV/AIDS di Indonesia tidak segera ditangani dengan serius maka kemungkinan sekitar 2 juta orang akan terinfeksi HIV/AIDS pada dua tahun mendatang. Ia berharap, kasus HIV/AIDS dapat ditekan hingga 25 persen tiap tahunnya.
Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan dana sekitar 10 juta dolar AS per tahun. Saat ini, sekitar 18 ribu orang penderita AIDS di Indonesia telah menjalani terapi anti retroviral (ARV) secara gratis.
Duta penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia Ny. Ani Yudhoyono berharap tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap pada penderita HIV/AIDS. Pelayanan kesehatan terhadap penderita harus memperhatikan hak azasi manusia.
HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya meskipun telah diupayakan pencegahan dan
penanggulangan di seluruh dunia dengan pembagian kondom, klinik Voluntary
Counselling Test (VCT) hingga terapi Anti Retro Viral (ARV).
Dari catatan UNAIDS/WHO tahun 2008, terdapat dua juta orang di dunia meninggal dunia akibat HIV/AIDS. Satu orang meninggal akibat AIDS setiap 15 detik. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan 270 ribu orang telah terinfeksi HIV.
(gds/mad)











































