"Jadi itu Noordin atau bukan? Tunggu saja konfirmasi Polri. Kita semua di luar ring. Agar kita semua waspada dan mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman teror," kata Djoko Santoso di sela-sela HUT ke-64 TNI di Silang Monas, Jakarta, Minggu (9/8/2009).
Menurut Djoko, TNI selalu membuat analisa dan prediksi-prediksi sesuai dengan data-data yang ada di lapangan."Kita selalu buat analisa dan prediksi yang harus sesuai dengan data-data yang ada," jelasnya.
Terkait proses penangkapan yang memakan waktu sampai 18 jam, menurut Djoko hal itu mungkin disebabkan karena polisi ingin menangkap teroris yang diduga Noordin M Top itu dalam keadaan hidup.
"Mungkin karena polisi ingin Noordin hidup. (Penangkapan) sesuai kebutuhan, bisa sampai tiga hari juga bisa ditungguin," paparnya.
(Ari/yid)











































