Ceritanya, sekitar pukul 15.40 WIB, Minggu (9/8/2009), Agus keluar dari Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Agus berjalan beriringan dengan Slamet Widodo, ayah Air Setiawan yang juga tewas tertembak di Bekasi, pengacara dan sejumlah kerabat.
Keluar dari gedung Bareskrim, wartawan langsung mencegat orang tua kedua tersangka teroris itu untuk wawancara. Pertanyaan wartawan hanya diladeni oleh pengacaranya, Endro Sudarsono. Endro memberi keterangan sekitar 15 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah kerabat langsung menyokong tubuh Agus dan memapahnya agar bisa berjalan. Tidak dinyana, Agus jatuh pingsan lagi. Ia pun kemudian diberi minum air putih. Kepala ayah Eko itu juga disiram air.
"Ini kecapaian, soalnya dari tadi malam," kata salah satu kerabat. Agus dan Slamet telah tiba di Mabes Polri pada pukul 08.00 WIB untuk melihat jenazah Air dan Eko yang dilaporkan tewas tertembak di Jatiasih. Mereka berangkat dari Solo, Jawa Tengah pukul 17.30 WIB, Sabtu (8/8/2009).
Setelah agak segar, Agus dibawa ke mobil untuk istirahat. Mobil pun segera meninggalkan Mabes Polri. Mereka membatalkan salat di masjid Mabes Polri.
(iy/yid)










































