"Kita semua prihatin dan mari kita selalu mengamalkan perintah Allah dan Rasul dengan cara yang benar," kata Ketua DKM Masjid As-Surur, H Syuhailmaidi Syukur saat memberikan sambutan dalam acara 'Tarhib Ramadan' di Masjid As Surur, Gugus Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2009).
Dani Dwi Permana (18) memang selama ini aktif bergiat di masjid ini. Dia aktif di Ikatan Remaja Masjid, juga aktif di Karang Taruna Candraloka. Selama ini, Dani yang baru lulus SMA Juni 2009 lalu, dikenal sebagai anak yang baik, supel, dan suka membantu.
Meski dalam suasana prihatin, Syuhailmaidi mengajak semua jamaah untuk tetap bersemangat dalam bergiat dan menyambut Ramadan. Ada kalanya tiap orang khilaf. Karena itu, dia mengajak jamaah untuk sering datang ke masjid, sehingga bisa saling mengingatkan bila terjadi kekhilafan.
Sekretaris RW 10 Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Wachju, yang juga memberi sambutan dalam acara itu juga menyatakan keprihatinannya atas adanya keterlibatan Dani yang merupakan salah satu jamaah di masjid itu. "Karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan, agar lingkungan kita aman," kata dia.
Keprihatinan mendalam juga terlihat pada para remaja yang aktif di remaja masjid. "Saya sangat kaget," kata salah seorang sahabat Dani, yang sering mengumandangkan azan di masjid bercat hijau itu.
Teman-teman Dani lainnya juga tampak syok. Bahkan, ada di antara mereka yang menangis saat mendengar berita bahwa Dani disebut Kapolri sebagai pelaku bom bunuh diri Marriott.
"Orangnya baik banget," ujar teman Dani lainnya, yang meminta tidak disebut namanya. Dia tidak bisa melupakan kebaikan Dani selama ini. "Dani pekerja keras dan suka menolong. Disuruh minta tolong apa pun dia mau," kata dia.
Sekretaris RW 10 Wachju juga memiliki penilaian yang sama.Β "Orangnya mau apa saja. Saya pernah minta tolong sebarkan surat undangan RW, dia dengan gesit melakukannya," ujar dia.
Di mata jamaah Masjid As Surur, Dani tidak punya tampang untuk berani melakukan peledakan bom. Karena itu, banyak di antara mereka menduga Dani sebagai korban dalam konspirasi besar komplotan terorisme.
"Saya kok lebih yakin, dia adalah korban, bisa saja dibohongi untuk melakukan sesuatu yang lain, padahal dia tidak mengetahui kalau itu bom," ujar salah seorang jamaah.
Dani merupakan sosok remaja yang inklusif. Memang, dalam lima bulan terakhir, dia sangat dekat dengan pria bernama Saifuddin Jaelani, seorang pendatang baru yang menjadi ustad di kompleks itu.
Saefudin datang ke perumahan Kahuripan satu tahun lalu dan telah menghilang sejak 3 bulan lalu. Saifuddin Jaelani inilah yang diduga pria berinisial SJ yang merupakan murid DR Azahari dan perekrut Dani.
(asy/yid)











































