"Kemudian yang di Jatiasih Bekasi. Di sana dijelaskan bahwa telah kita temukan lokasi di sana. Noordin M Top pernah ke tempat itu setelah terjadi peledakan bom 17 Juli di Marriott dan Rizt-Carlton," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2009).
Air dan Eko sebelumnya tewas dalam penggerebekan di rumah Fery sekitar pukul 00.00 WIB tadi. Air merupakan buron bom Kedubes Australia (2003) sementara Eko adalah pembuat bom.
Polisi juga sebelumnya menemukan 5 drum bahan peledak dari rumah itu. Selain itu, 1 bom mobil dan 3 bom bunuh diri. Bom itu mirip bom JW Marriott. (aan/ken)











































